Toko Online Grosir dan B2B

Toko Online untuk Penjual Grosir dan B2B

Harga per lusin, per kodi, dan per karton jarang muat di halaman yang dirancang untuk pembelian satuan. Toko sendiri memberi Anda daftar harga bertingkat yang terbaca sendiri oleh pembeli, tanpa Anda mengulang percakapan yang sama tiap ada pedagang baru.

Langganan mulai Rp 59.000 per bulan dengan komisi platform 0%. Biaya pemrosesan pembayaran, ongkir, domain, dan desain tambahan dihitung terpisah.

Situasi Penjual4 hal

Pesanan lusinan berbeda dari pesanan satuan sejak kalimat pertama. Pembelinya menanyakan harga per jumlah, meminta perkiraan ongkir untuk paket berat, lalu memesan lagi bulan depan dengan isi keranjang yang mirip. Halaman ini untuk pedagang grosir dan pemasok yang lapaknya sudah jalan, dan mulai merasa alur itu tidak cocok dengan halaman produk eceran. Isinya tiga hal: apa yang menjadi mahal ketika nilai pesanan besar, bagian mana yang layak dipindahkan ke toko sendiri, dan bagian mana yang sebaiknya tetap di lapak.

Potongan platform dihitung dari nilai pesanan, jadi satu keranjang grosir membayar biaya yang jauh lebih besar daripada satu keranjang eceran di kategori yang sama. Tabel biaya pada halaman ini menampilkan kelompok tarif tiap platform beserta tanggal pemeriksaannya.

01

Harga bertingkat tidak punya tempat

Halaman produk marketplace menampilkan satu harga. Potongan per jumlah dijelaskan ulang lewat chat, dan setiap pedagang baru mengulang percakapan yang isinya sama persis.

02

Biaya ikut membesar bersama keranjang

Semakin besar nilai pesanan, semakin besar pula potongan yang dihitung darinya. Pada dagangan grosir yang margin per unitnya tipis, selisih itu terasa di tiap kiriman.

03

Pelanggan rutin tercatat hanya sebagai nama pesanan

Pedagang yang kulakan tiap bulan tidak menjadi pelanggan Anda di sistem mana pun. Daftar harga baru tidak bisa Anda kirimkan kepadanya karena kontaknya tidak pernah berpindah tangan.

04

Paket berat sulit dijanjikan ongkirnya

Pesanan grosir berangkat dalam koli besar. Perkiraan yang muncul di halaman eceran sering meleset, dan selisihnya diurus lewat percakapan setelah pesanan telanjur masuk.

Profil Pembeli4 segmen

Cara pembeli Grosir dan B2B mengambil keputusan

Perdagangan grosir hidup dari hubungan yang berulang, bukan dari penemuan sekali jalan. Pemilik toko kelontong yang cocok dengan pemasoknya akan memesan hal yang mirip tiap bulan selama bertahun-tahun, dan yang dia cari adalah kepastian harga, ketersediaan, dan waktu kirim. Marketplace dibangun untuk pembelian satuan oleh dua pihak yang belum saling kenal, sehingga hampir seluruh perangkatnya, dari halaman pencarian sampai penahanan dana, mengurus masalah yang di hubungan grosir sudah lama selesai. Yang tersisa dari perangkat itu adalah biayanya, dan biaya itu dihitung dari nilai pesanan yang justru paling besar di model ini.

01

Pemilik toko fisik yang kulakan rutin

Memesan dalam siklus tetap, sering di tanggal yang sama tiap bulan. Dia hafal kode barangnya dan hanya butuh keranjang yang cepat diisi ulang serta stok yang benar angkanya.

02

Reseller dan dropshipper

Menanyakan harga per jumlah dan foto yang boleh dipakai ulang sebelum memasang barang Anda di lapaknya sendiri. Daftar harga yang terbaca menghemat puluhan percakapan yang isinya sama.

03

Pembeli instansi dan kantor

Butuh rincian tertulis, identitas penjual yang jelas, dan bukti pesanan yang rapi untuk keperluan administrasi. Halaman toko yang lengkap sering menjadi syarat sebelum pesanan pertama disetujui.

04

Pembeli musiman

Muncul menjelang Lebaran, tahun ajaran baru, atau akhir tahun dengan jumlah besar sekaligus. Dia membandingkan pemasok dengan cepat, lalu bertahan pada yang pengirimannya tidak pernah meleset.

Yang paling terpakai di toko sendiri

  • Katalog produk dengan varian, foto per warna, dan harga grosir. Harga grosir bertingkat menempel pada produk yang sama, jadi satu katalog melayani eceran dan lusinan.
  • Buku pelanggan dan email pesanan otomatis ke pembeli. Pedagang yang memesan tiap bulan tercatat sebagai pelanggan, bukan sebagai nama di daftar pesanan.
  • Ongkir otomatis 10 kurir, nomor resi, dan pelacakan. Ongkir koli berat dihitung dari sepuluh kurir sebelum pesanan dikonfirmasi.
  • Impor dan ekspor katalog lewat CSV sampai 5.000 baris. Katalog panjang diperbarui lewat berkas CSV ketika daftar harga berubah serentak.
  • Laporan penjualan, pendapatan, dan stok menipis. Laporan penjualan dan stok menipis menunjukkan barang mana yang harus selalu ada.

Yang layak dijual langsung

Barang yang dipesan berulang dengan satuan jual yang jelas, lini produk yang punya tingkatan harga per jumlah, dan paket campuran yang Anda susun sendiri untuk pedagang. Barang eceran satuan bermargin tipis biasanya lebih masuk akal dibiarkan di lapak, karena di sana biayanya kecil dan pembelinya datang sendiri.

Peluang kanal sendiri

Pencarian yang menyebut kata lusin, kodi, karton, atau harga distributor datang dari orang yang sudah tahu apa yang dia cari dan sedang berburu pemasok. Pencarian seperti itu berhenti di halaman marketplace selama Anda tidak punya halaman sendiri yang menyebutkan satuan jual, wilayah kirim, dan jumlah pesanan minimal. Satu halaman yang menjawab ketiganya bekerja terus sepanjang bulan, sementara balasan chat hanya menjawab satu orang lalu ikut terkubur di riwayat percakapan.

Contoh Hitungan4 platform

Contoh hitungan untuk Grosir dan B2B

Contoh ini memakai 60 pesanan per bulan dengan rata-rata Rp 850.000 per pesanan, jadi omzetnya Rp 51.000.000 sebulan. Toko diasumsikan tidak ikut program gratis ongkir. Ganti angkanya di kalkulator kalau tokomu berbeda.

Perkiraan biaya bulanan per platform untuk profil pesanan halaman Grosir dan B2B.
PlatformPer bulanSetahunPorsi omzet
Shopeerentang seluruh kategoriRp 2.242.500 sampai Rp 5.175.000Rp 26.910.000 sampai Rp 62.100.0004,4 sampai 10,15 persen
Tokopediarentang seluruh kategoriRp 1.365.600 sampai Rp 6.477.000Rp 16.387.200 sampai Rp 77.724.0002,68 sampai 12,7 persen
TikTok Shoprentang seluruh kategoriRp 1.365.600 sampai Rp 6.477.000Rp 16.387.200 sampai Rp 77.724.0002,68 sampai 12,7 persen
Lazadarentang seluruh kategoriRp 2.242.500 sampai Rp 4.155.000Rp 26.910.000 sampai Rp 49.860.0004,4 sampai 8,15 persen
Toko sendiriToko AksaraLangganan tetap mulai Rp 59.000 per bulan, komisi platform 0%

Biaya pemrosesan pembayaran, ongkir, dan domain di sisi toko sendiri dihitung terpisah dan besarnya mengikuti metode bayar serta kurir yang dipakai, jadi tidak ditampilkan sebagai satu angka.

Sejak 17 Juni 2026 penjual mikro dan kecil yang terverifikasi lewat Sapa UMKM dan menjual produk dalam negeri mendapat potongan biaya platform minimal 50 persen di Shopee, TikTok Shop, dan Lazada. Penjual lintas negara tidak termasuk.

Perkiraan, dicek 2026-09-09. Angka bisa berubah, cek sumber resmi platform.

Buka kalkulator biaya marketplace
Kalkulatordicek 2026-09-09

Hitung biaya kanal Anda

Masukkan omzet bulanan dan rata-rata nilai pesanan untuk melihat perkiraan biaya yang Anda bayarkan ke marketplace. Perhitungan memakai jadwal biaya di tabel atas.

Omzet per bulan

Perkiraan biaya Shopee per bulan

Rp 2.242.500 sampai Rp 5.175.000

Setara 4,4 sampai 10,15 persen dari omzet, dari sekitar 60 pesanan.

Komisi kategori
Rp 2.167.500 sampai Rp 5.100.000
Biaya proses pesanan
Rp 75.000
Program ongkir dan promo
Rp 0
Tambahan pre-order
Rp 0
Biaya layanan logistik
Rp 0
Per Rp 1 juta omzet
Rp 43.971 sampai Rp 101.471
Setahun
Rp 26.910.000 sampai Rp 62.100.000

Kalau 25 persen omzet dilayani dari toko sendiri

Biaya Shopee turun ke Rp 1.681.875 sampai Rp 3.881.250 per bulan. Porsi yang pindah memakai langganan tetap mulai Rp 59.000 per bulan dengan komisi platform 0%, di paket Kios.

Angka ini belum menghitung biaya pemrosesan pembayaran, ongkir, dan domain di sisi toko sendiri. Besarnya mengikuti metode bayar yang dipilih pembeli dan kurir yang dipakai, jadi kami tidak menampilkannya sebagai satu angka.

Shopee belum merinci komisi untuk kategori ini di sumber yang kami punya, jadi perhitungan memakai rentang seluruh kategori.

Perkiraan, dicek 2026-09-09. Angka bisa berubah, cek sumber resmi platform sebelum memakainya untuk keputusan harga.

Alasan6 poin

Yang berubah setelah punya toko sendiri

Lapak marketplace tetap jalan. Yang bertambah adalah alamat yang Anda kendalikan, data pembeli yang tersimpan, dan biaya yang bisa dihitung di muka.

01Harga per lusin dan per kodi terbaca langsung di katalog
02Pedagang yang kulakan rutin tersimpan di buku pelanggan
03Biaya langganan tetap tiap bulan, bukan potongan yang ikut membesar
04Ongkir paket berat dihitung dari sepuluh kurir sebelum barang berangkat
05Katalog panjang diperbarui lewat berkas CSV, bukan satu per satu
06Laporan penjualan memperlihatkan barang yang paling sering dipesan ulang
Dua Kanal

Peran marketplace

Lapak tetap menjadi tempat pedagang yang belum mengenal Anda menemukan barang Anda. Pembeli grosir yang belum pernah bertransaksi dengan siapa pun biasanya memulai dari pencarian di dalam aplikasi, dan memakai perlindungan pembayaran marketplace sebagai jaminan pertamanya. Untuk pesanan percobaan bernilai kecil, itu masuk akal dan tidak perlu Anda lawan. Pembeli yang bersikeras membayar di tempat juga paling nyaman dilayani lewat lapak marketplace, karena toko sendiri menagih di muka. Menutup lapak berarti membuang pintu masuk yang justru mengisi buku pelanggan Anda.

Peran toko sendiri

Toko sendiri melayani pesanan kedua dan seterusnya, yang di perdagangan grosir adalah bagian terbesar dari omzet. Di sini tingkatan harga terbaca tanpa negosiasi ulang, riwayat tiap pelanggan tersimpan, dan nilai pesanan besar tidak dipotong persentase apa pun. Pedagang yang sudah tahu barangnya cocok tidak butuh halaman perbandingan; dia butuh keranjang yang cepat diisi ulang dan kepastian stok. Satu hal lagi yang jarang disadari: halaman toko dengan identitas usaha yang jelas sering menjadi syarat sebelum pembeli instansi berani mengeluarkan pesanan pertama.

Langkah pertama

Unggah lini produk yang paling sering dikulak beserta tingkatan harganya, aktifkan virtual account dan QRIS, lalu kirim tautan katalog kepada pedagang yang bulan lalu memesan lebih dari sekali.

Tiga puluh hari pertama
01Salin lini produk yang paling sering dipesan ulang, lengkap dengan satuan jual dan isi per koli
02Susun tingkatan harga per jumlah di katalog, supaya pembeli berhenti menanyakannya lewat chat
03Aktifkan transfer bank dan virtual account, karena pesanan besar jarang dibayar lewat e-wallet
04Masukkan pedagang rutin ke buku pelanggan dan kirimi mereka daftar harga terbaru
05Selipkan lembar harga bertingkat di dalam koli yang Anda kirim, dengan alamat toko tercetak di atasnya
Paketdicek 2026-09-09

Paket Brand biasanya cukup

Katalog grosir biasanya panjang dan berubah tiap musim, dan pemiliknya perlu melihat barang mana yang benar-benar dipesan ulang. Impor katalog lewat CSV dan laporan penjualan lanjutan ada di paket Brand. Langganan bulanannya tetap, berapa pun nilai pesanan yang masuk.

  • Katalog produk dengan varian, foto per warna, dan harga grosir
  • Impor dan ekspor katalog lewat CSV sampai 5.000 baris
  • Laporan penjualan lanjutan
  • Pesan kurir untuk banyak pesanan sekaligus
  • Buku pelanggan dan email pesanan otomatis ke pembeli
  • Virtual account tujuh bank
Lihat paket dan harga Toko Aksara
FAQ4 questions

Pertanyaan Umum

Find answers to the most common questions below.

Get Started

Siap Bergabung dengan Klien Sukses Kami?

Hubungi kami hari ini untuk penawaran khusus dan audit website gratis.