Toko Online untuk Reseller dan Brand Sendiri
Nama Anda adalah satu-satunya bagian dari dagangan ini yang tidak bisa ditiru pemasok atau reseller lain. Di lapak, nama itu tercetak paling kecil di layar, di bawah judul produk yang sama persis dengan milik puluhan penjual lain.
Langganan mulai Rp 59.000 per bulan dengan komisi platform 0%. Biaya pemrosesan pembayaran, ongkir, domain, dan desain tambahan dihitung terpisah.
Reseller menjual barang yang juga dijual orang lain, sering dari gudang yang sama dan dengan foto yang sama pula. Yang membedakan satu reseller dari yang lain adalah cara dia memilih barang, membalas pertanyaan, dan mengemas kiriman. Halaman ini ditulis untuk penjual seperti itu: sudah punya pembeli yang kembali karena percaya pada orangnya, tetapi belum punya alamat yang bisa disebut ketika seseorang bertanya di mana bisa membeli lagi.
Di halaman hasil pencarian marketplace, satu barang yang sama muncul berjejer dari puluhan penjual, dan urutannya ditentukan harga serta riwayat lapak. Nama penjual adalah baris terkecil di layar itu.
Yang dibandingkan adalah harga, bukan Anda
Produk yang identik berjejer dalam satu layar, sehingga pembeli baru memilih harga paling rendah atau ulasan paling banyak. Cara Anda memilih barang dan melayani pembeli tidak muat di halaman itu.
Nama toko sulit diingat
Nama lapak hidup di dalam aplikasi dan menghilang begitu aplikasi ditutup. Pembeli mengingat barangnya, bukan penjualnya, sehingga pembelian kedua kembali menjadi pencarian dari nol.
Margin reseller dipotong dua kali
Anda mengambil selisih dari harga pemasok, lalu selisih itu dipotong lagi oleh platform dan program pengiriman. Ruang yang tersisa untuk membangun nama menjadi sangat sempit.
Pemasok berjualan di halaman yang sama
Tidak ada yang menghalangi pemasok memajang barang yang sama di lapaknya sendiri dengan harga distributor. Di toko sendiri Anda menjual pilihan dan pelayanan, dan halamannya milik Anda.
Cara pembeli Reseller dan Brand Sendiri mengambil keputusan
Model reseller berdiri di atas stok orang lain, dan itu berarti barangnya tidak pernah menjadi pembeda. Dua reseller dengan pemasok yang sama menjual benda yang identik, sehingga yang tersisa untuk dibedakan adalah pilihan barang, cara menjawab pertanyaan, kecepatan mengemas, dan nama yang menempel pada semuanya. Tiga hal pertama memang terasa oleh pembeli di lapak, tetapi yang keempat tidak punya tempat untuk disimpan di sana. Nama toko hanya hidup di dalam aplikasi, hilang begitu aplikasi ditutup, dan tidak pernah menjadi kata yang orang ketik di mesin pencari.
Pembeli yang datang dari media sosial
Melihat satu unggahan Anda lalu mencari cara membayar. Kalau tautannya berakhir di percakapan, sebagian batal sebelum sempat memesan, dan sisanya menunggu balasan yang membuat niatnya dingin.
Pembeli ulang yang percaya pada pilihan Anda
Berhenti membandingkan harga. Dia membuka katalog untuk melihat apa yang baru Anda ambil, dan memesan karena seleranya sudah cocok beberapa kali sebelumnya.
Sub-reseller di bawah Anda
Menanyakan harga per jumlah dan ketersediaan sebelum menjual ulang. Dia butuh daftar yang bisa dibaca sendiri, bukan tanya jawab setiap kali stok berubah.
Pembeli yang mencari nama merek Anda
Mengetik nama toko di mesin pencari setelah mendengarnya dari teman. Kalau yang muncul hanya halaman lapak, kesan pertamanya adalah halaman milik platform, dengan pesaing terpajang di sisinya.
Yang paling terpakai di toko sendiri
- Domain sendiri, di semua paket. Alamat toko memakai nama merek Anda, dan alamat itu yang disebut orang saat merekomendasikan.
- Logo, warna, dan kontak toko diatur dari admin. Logo, warna, dan kontak toko diatur sendiri, sehingga halaman terasa milik satu nama.
- Tujuh halaman toko yang Anda tulis sendiri. Cerita toko dan cara pemesanan ditulis di tempat yang tidak muat di deskripsi produk.
- Buku pelanggan dan email pesanan otomatis ke pembeli. Pembeli yang kembali tercatat, jadi Anda tahu siapa yang layak diberi harga khusus.
- Ulasan produk dari pembeli. Ulasan menempel pada nama Anda, bukan pada halaman produk milik platform.
Yang layak dijual langsung
Barang yang Anda pilih sendiri dan tidak dipajang setiap reseller lain, paket campuran yang Anda susun, serta harga khusus untuk pembeli lama. Barang umum yang harganya sudah diadu di halaman pencarian lebih baik tetap di lapak, karena di sana perang harga itu memang tempatnya.
Peluang kanal sendiri
Pembeli yang mengetik nama toko Anda di mesin pencari sudah melewati bagian tersulit, karena dia tahu siapa yang dia cari. Tanpa halaman sendiri, hasil teratas untuk nama itu adalah lapak marketplace, atau lebih buruk lagi, lapak orang lain yang menjual barang serupa. Satu halaman yang benar-benar bernama sama dengan merek Anda mengubah pencarian itu menjadi kunjungan ke tempat yang Anda kendalikan, lengkap dengan katalog, ulasan, dan cara memesan dalam satu layar.
Contoh hitungan untuk Reseller dan Brand Sendiri
Contoh ini memakai 90 pesanan per bulan dengan rata-rata Rp 165.000 per pesanan, jadi omzetnya Rp 14.850.000 sebulan. Toko diasumsikan ikut program gratis ongkir. Ganti angkanya di kalkulator kalau tokomu berbeda.
| Platform | Per bulan | Setahun | Porsi omzet |
|---|---|---|---|
| Shopee | Rp 2.191.500 sampai Rp 2.265.750 | Rp 26.298.000 sampai Rp 27.189.000 | 14,76 sampai 15,26 persen |
| Tokopedia | Rp 1.323.900 sampai Rp 1.570.500 | Rp 15.886.800 sampai Rp 18.846.000 | 8,92 sampai 10,58 persen |
| TikTok Shop | Rp 1.323.900 sampai Rp 1.570.500 | Rp 15.886.800 sampai Rp 18.846.000 | 8,92 sampai 10,58 persen |
| Lazadarentang seluruh kategori | Rp 966.375 sampai Rp 2.191.500 | Rp 11.596.500 sampai Rp 26.298.000 | 6,51 sampai 14,76 persen |
| Toko sendiriToko Aksara | Langganan tetap mulai Rp 59.000 per bulan, komisi platform 0% | ||
Biaya pemrosesan pembayaran, ongkir, dan domain di sisi toko sendiri dihitung terpisah dan besarnya mengikuti metode bayar serta kurir yang dipakai, jadi tidak ditampilkan sebagai satu angka.
Sejak 17 Juni 2026 penjual mikro dan kecil yang terverifikasi lewat Sapa UMKM dan menjual produk dalam negeri mendapat potongan biaya platform minimal 50 persen di Shopee, TikTok Shop, dan Lazada. Penjual lintas negara tidak termasuk.
Perkiraan, dicek 2026-09-09. Angka bisa berubah, cek sumber resmi platform.
Hitung biaya kanal Anda
Masukkan omzet bulanan dan rata-rata nilai pesanan untuk melihat perkiraan biaya yang Anda bayarkan ke marketplace. Perhitungan memakai jadwal biaya di tabel atas.
Perkiraan biaya Shopee per bulan
Rp 1.597.500
Setara 10,76 persen dari omzet, dari sekitar 90 pesanan.
- Komisi kategori
- Rp 1.485.000
- Biaya proses pesanan
- Rp 112.500
- Program ongkir dan promo
- Rp 0
- Tambahan pre-order
- Rp 0
- Biaya layanan logistik
- Rp 0
- Per Rp 1 juta omzet
- Rp 107.576
- Setahun
- Rp 19.170.000
Kalau 25 persen omzet dilayani dari toko sendiri
Biaya Shopee turun ke Rp 1.207.000 per bulan. Porsi yang pindah memakai langganan tetap mulai Rp 59.000 per bulan dengan komisi platform 0%, di paket Kios.
Angka ini belum menghitung biaya pemrosesan pembayaran, ongkir, dan domain di sisi toko sendiri. Besarnya mengikuti metode bayar yang dipilih pembeli dan kurir yang dipakai, jadi kami tidak menampilkannya sebagai satu angka.
Perkiraan, dicek 2026-09-09. Angka bisa berubah, cek sumber resmi platform sebelum memakainya untuk keputusan harga.
Yang berubah setelah punya toko sendiri
Lapak marketplace tetap jalan. Yang bertambah adalah alamat yang Anda kendalikan, data pembeli yang tersimpan, dan biaya yang bisa dihitung di muka.
Peran marketplace
Lapak adalah tempat orang menemukan barangnya. Reseller yang baru mulai hampir selalu mendapat pesanan pertamanya dari pencarian di dalam aplikasi, dan itu tetap berlaku setelah toko sendiri berdiri. Selama sebagian besar pesanan Anda datang dari orang yang belum pernah mendengar nama Anda, menutup lapak berarti mematikan sumber pesanan yang sedang jalan. Pembeli yang ingin membayar di tempat juga tetap dilayani lewat lapak marketplace, karena toko sendiri menagih pembayaran di muka. Lapak juga tempat yang murah untuk menguji barang baru sebelum Anda memajangnya di katalog sendiri.
Peran toko sendiri
Toko sendiri adalah tempat nama Anda tinggal. Pembeli yang pernah menerima paket dari Anda, membaca balasan Anda, dan cocok dengan pilihan barang Anda tidak perlu diadu lagi dengan puluhan lapak. Di sini dia melihat katalog yang Anda kurasi, harga yang Anda tetapkan, dan halaman yang menjelaskan cara Anda bekerja. Untuk reseller, nilai terbesar toko sendiri ada pada alamatnya, bukan pada katalognya: satu tautan yang bisa ditulis di bio, dicetak di kartu, dan disebut dalam percakapan tanpa perlu menjelaskan aplikasi mana yang harus dibuka. Alamat itu juga yang membuat rekomendasi dari mulut ke mulut punya tujuan.
Langkah pertama
Pilih dua puluh barang yang paling sering Anda jual ulang, tulis judul dan deskripsinya dengan kalimat Anda sendiri, lalu pasang tautan toko di bio media sosial menggantikan tautan lama yang mengarah ke percakapan.
Paket Kios biasanya cukup
Yang paling dibutuhkan reseller di bulan pertama adalah alamat, bukan perangkat promosi. Paket Kios sudah membawa domain sendiri, identitas toko, QRIS, dan virtual account, dan langganannya tetap berapa pun jumlah pesanan yang masuk. Voucher dan promo terjadwal bisa menyusul setelah pembeli lama benar-benar pindah ke sini.
- Domain sendiri, di semua paket
- Logo, warna, dan kontak toko diatur dari admin
- Pembayaran QRIS
- Virtual account tujuh bank
- Checkout tanpa pembeli harus mendaftar
- Buku pelanggan dan email pesanan otomatis ke pembeli
Toko online untuk produk dan kota lain
Setiap halaman memakai data biaya yang sama, dengan konteks pembeli dan pengiriman yang berbeda.
- 01
Shopee Seller Education Hub: biaya jualan di ShopeeDicek 2026-09-09
- 02
Store2Go: penyesuaian biaya dan komisi Lazada per 1 Februari 2026Dicek 2026-09-09
Pertanyaan Umum
Find answers to the most common questions below.
Siap Bergabung dengan Klien Sukses Kami?
Hubungi kami hari ini untuk penawaran khusus dan audit website gratis.

