Redesign website dan SEO: cara menjaga URL lama lewat peta redirect

Catat semua URL lama, tentukan nasib tiap alamat, pasang redirect permanen, lalu uji sebelum dan sesudah peluncuran. Lengkap dengan contoh inventaris 50 URL.

Dzaki Fauzaan7 menit baca
Pelanggan bingung memegang peta di reruntuhan toko lama sementara pemilik berpose di toko baru, dengan tulisan Desain baru, trafik hilang?
Daftar Isi

Sebelum desain baru naik, catat semua URL lama dan tentukan nasib masing-masing: tetap, pindah, digabung, atau dihapus. URL yang pindah atau digabung diarahkan ke penggantinya dengan redirect permanen di server, URL yang dihapus menjawab 404 atau 410, lalu seluruh daftar diuji sebelum dan sesudah peluncuran. Jika alamat halaman tidak berubah, Anda tidak membutuhkan redirect sama sekali.

Cara ini mengurangi kesalahan teknis, tetapi peringkat tetap tidak bisa dijamin. Panduan pemindahan situs Google menyebut peringkat bisa naik turun sementara selama halaman dirayapi ulang. Pada website berukuran sedang, Google bisa membutuhkan beberapa minggu atau lebih untuk mulai menampilkan URL baru.

Jenis perubahan dan pekerjaan SEO yang mengikutinya

Redesign bisa berarti ganti warna, bisa juga ganti CMS, struktur menu, dan domain sekaligus. Besar pekerjaan SEO mengikuti apa yang benar-benar berubah.

Yang berubahRedirectPekerjaan tambahan
Tampilan saja, URL tetapTidak adaBandingkan isi, judul, dan tautan versi lama dan baru
CMSHanya jika pola URL ikut berubahTentukan pola URL sebelum halaman dibangun
Struktur URL di domain yang samaSetiap URL yang berubahPeta redirect, canonical, sitemap, tautan internal
DomainSemua URL lamaSemua pekerjaan di atas, ditambah Change of Address di Search Console

Google menyarankan satu perubahan dalam satu waktu. Contohnya, pindah domain lebih dulu, baru mengganti layout. Bila peringkat bergeser, Anda juga lebih mudah melacak perubahan mana penyebabnya.

Pertahankan alamat yang masih jelas dan masih dipakai, walaupun tampilan halamannya berganti total. Setiap URL yang tetap berarti satu redirect yang tidak harus dibuat, diuji, dan dirawat.

Cara mengumpulkan daftar URL lama

Menu website saja tidak cukup, karena halaman yang masih mendatangkan pengunjung bisa saja tidak tampil di menu. Gabungkan sumber berikut ke satu spreadsheet, lalu buang duplikatnya.

  • Sitemap yang sedang aktif.
  • Daftar halaman dari CMS.
  • Laporan Tautan di Search Console, untuk halaman yang mendapat tautan dari dalam dan luar website.
  • Log server atau analitik, untuk URL yang paling banyak dikunjungi.
  • File yang punya alamat sendiri: gambar, video, dan PDF seperti katalog atau daftar harga.
  • Alamat yang tercetak atau tertanam di luar website: iklan, profil media sosial, brosur, dan kode QR.
  • Aturan redirect yang sudah ada dari perubahan sebelumnya.

Pilih rentang data yang mewakili pola usaha Anda. Bagi penjual seragam sekolah, data tiga bulan terakhir bisa melewatkan halaman yang baru ramai menjelang tahun ajaran baru.

Spreadsheet ini cukup punya delapan kolom: URL lama, fungsi halaman, kunjungan, keputusan, URL tujuan, status yang diharapkan, hasil uji, dan tanggal uji. Empat kolom pertama diisi sebelum desain dimulai, supaya halaman yang penting bagi pelanggan ikut masuk ke rancangan.

Empat keputusan untuk setiap URL

Setiap baris spreadsheet berakhir pada salah satu keputusan ini. Halaman yang tampilannya lama belum tentu tidak berguna, jadi nilai dari isi dan fungsinya bagi pelanggan.

KeputusanDipakai saatYang terjadi pada URL lama
TetapAlamat masih cocok dengan isinyaTetap menjawab 200 di alamat yang sama
PindahIsinya sama, alamatnya berubahRedirect permanen ke alamat baru
GabungBeberapa halaman dilebur menjadi satuSemua URL lama redirect ke halaman gabungan, yang benar-benar memuat isi pentingnya
HapusIsinya berakhir dan tidak ada penggantiMenjawab 404 atau 410

Crawler Google memperlakukan semua status 4xx sama, kecuali 429. Jadi, Anda tidak harus berlama-lama memilih antara 404 dan 410.

Contoh rekaan: inventaris 50 URL

Misalkan sebuah website punya 50 URL lama. Setelah ditinjau satu per satu, 35 URL tetap, 10 pindah, 3 artikel digabung ke satu panduan baru, dan 2 halaman promo ditutup.

Contoh rekaan inventaris 50 URL: 35 tetap, 10 pindah, 3 digabung, 2 dihapus, sehingga ada 13 redirect, 11 tujuan, dan 46 halaman aktif.
Contoh rekaan, bukan data website pelanggan.

Dari angka itu, beban kerjanya terlihat. Ada 13 redirect yang menuju 11 tujuan, karena tiga artikel berbagi satu alamat gabungan. Ada 2 URL yang harus menjawab 404 atau 410. Website barunya punya 46 halaman aktif, hasil dari 35 + 10 + 1. Pengujian mencakup 50 baris alamat lama, sedangkan pemeriksaan isi mencakup 46 halaman aktif. Angka ini bisa langsung dipakai untuk memperkirakan waktu kerja dalam penawaran.

Aturan menulis peta redirect

Peta redirect adalah spreadsheet tadi, dipersempit menjadi alamat lama, tujuan, dan status yang diharapkan. Pada website rekaan yang sama, sebagian isinya terlihat seperti ini.

URL lamaKeputusanTujuanStatus
/layanan/desain-webPindah/layanan/website301, lalu 200
/artikel/panduan-katalogTetapAlamat yang sama200
/artikel/foto-produk-ponselGabung/panduan/foto-produk301, lalu 200
/promo/lebaran-2024HapusTidak ada404 atau 410

Redirect permanen di server

Pakai 301 atau 308 yang dijalankan server. Dalam dokumentasi redirect Google, keduanya tergolong permanen, sehingga alamat tujuan yang ditampilkan di hasil pencarian. Status 302 dan 307 tergolong sementara, sehingga alamat lama yang cenderung tetap tampil. Redirect permanen juga tidak mengurangi PageRank, menurut panduan pemindahan situs Google. Redirect lewat JavaScript hanya layak dipakai bila cara lain tidak mungkin, karena Google bisa melewatkannya jika proses render gagal.

Alamat yang berpola bisa ditulis sebagai satu aturan. Jika semua artikel hanya pindah dari /artikel/nama-artikel ke /blog/nama-artikel, pengembang cukup menulis satu aturan penulisan ulang, bukan ratusan baris.

Tujuan yang setara

Arahkan setiap URL ke halaman yang memuat isi setara. Google meminta Anda tidak mengarahkan banyak URL lama ke satu halaman yang tidak relevan, seperti beranda, karena membingungkan pengunjung dan bisa dianggap soft 404. Soft 404 adalah halaman yang secara teknis berhasil dibuka, tetapi bagi Google isinya setara dengan halaman tidak ditemukan. Menggabungkan beberapa artikel ke satu panduan baru tetap diperbolehkan, selama isinya memang pindah ke sana.

Langsung ke alamat akhir

Googlebot bisa mengikuti sampai 10 lompatan, tetapi Google menyarankan redirect langsung ke tujuan akhir. Jika tidak memungkinkan, jumlahnya idealnya tidak lebih dari 3. Setiap lompatan menambah waktu tunggu pengunjung.

Rantai biasanya muncul dari redirect lama yang terlupakan. Misalnya, /jasa-web sudah lama dialihkan ke /layanan/desain-web, lalu saat redesign alamat itu dialihkan lagi ke /layanan/website. Perbaikannya ada pada aturan lama: ubah tujuan /jasa-web menjadi alamat akhir.

Sebelum: /jasa-web dialihkan ke /layanan/desain-web lalu ke /layanan/website. Sesudah: kedua alamat lama langsung dialihkan ke /layanan/website.
Rantai dua lompatan dan perbaikannya, memakai alamat rekaan.

Redirect disimpan minimal satu tahun

Google menyarankan redirect dipertahankan selama mungkin, umumnya minimal satu tahun, agar semua sinyal berpindah ke URL baru. Bagi pengunjung, redirect bahkan layak disimpan seterusnya, karena tautan lama di luar website Anda bisa terus dibuka. Catat peta ini di dokumentasi website, supaya tidak terhapus saat server dipindahkan atau konfigurasi dibersihkan.

Isi dan penanda teknis di halaman baru

Buka halaman lama dan rancangan baru berdampingan. Penjelasan layanan, spesifikasi, alamat kantor, dan jalur kontak mudah hilang ketika halaman dipadatkan demi desain. Teks yang dipindahkan ke dalam gambar juga termasuk kehilangan, karena tidak bisa dicari, disalin, atau dibacakan dengan baik.

Setelah isinya lengkap, periksa enam penanda teknis ini pada setiap template halaman.

PenandaKondisi yang benar
rel="canonical"Menunjuk ke URL barunya sendiri, ditulis sebagai alamat lengkap
Tautan internalLangsung ke URL baru, tidak lewat redirect
SitemapBerisi URL baru saja
hreflangJika dipakai, menunjuk ke URL baru
noindexSudah hilang dari halaman publik
robots.txtVersi produksi, tidak lagi memblokir seluruh website

Canonical tidak menggantikan redirect, walaupun keduanya sering disebut bersamaan. Canonical memberi tahu Google URL pilihan Anda di antara halaman yang sama atau sangat mirip. Pengunjung yang membuka alamat lama hanya bisa sampai ke halaman baru lewat redirect.

Pengujian sebelum peluncuran

Uji semuanya di salinan website dengan akses terbatas. Hasil yang diharapkan sudah tertulis di spreadsheet, jadi penguji tinggal membandingkan. Berikut pembagiannya untuk contoh 50 URL tadi.

KelompokJumlahHasil yang diperiksa
Alamat tetap35Status 200, isi sesuai, canonical benar
Pindah atau gabung13Redirect permanen ke tujuan yang tertulis di peta, tujuan menjawab 200
Dihapus2Status 404 atau 410, tidak ada lagi tautan internal yang menuju ke sana

Untuk memeriksa satu URL, pengembang bisa menjalankan perintah ini di terminal.

curl -sIL https://example.com/layanan/desain-web

Di antara baris yang muncul, hasil yang benar terlihat seperti berikut.

HTTP/1.1 301 Moved Permanently
location: https://example.com/layanan/website

HTTP/1.1 200 OK

Dua baris 301 berarti ada rantai. Baris 302 berarti redirect masih sementara. Untuk puluhan URL atau lebih, Screaming Frog dalam mode daftar bisa membuka semua URL lama dan mengikuti redirect sampai alamat akhir. Versi gratisnya dibatasi 500 URL per crawl (diperiksa 1 November 2026). Inspeksi URL di Search Console memang berguna, tetapi uji langsungnya tidak memberi tahu bahwa ia mengikuti redirect, jadi jangan dipakai untuk memeriksa peta ini.

Di luar daftar URL, uji juga formulir, tombol WhatsApp, menu, dan gambar di ponsel. Lalu sepakati dua hal sebelum tanggal peluncuran: siapa yang berhak menunda jika fungsi penting gagal, dan bagaimana kembali ke versi lama. Rencana kembali ini harus memperhitungkan pesanan atau formulir yang masuk setelah website baru hidup.

Urutan kerja pada hari peluncuran

Pilih waktu saat kunjungan sedang rendah, agar lebih sedikit orang terdampak jika ada masalah. Untuk website kecil sampai menengah, Google menyarankan semua URL dipindahkan sekaligus. Website besar boleh bertahap per bagian.

  1. Simpan salinan website lama, termasuk database.
  2. Terbitkan versi baru dan aktifkan redirect.
  3. Hapus noindex dan blokir robots.txt yang hanya dipakai selama pengembangan.
  4. Buka sampel URL penting dari perangkat yang tidak masuk sebagai admin.
  5. Kirim sitemap baru di Search Console.
  6. Jika pindah domain atau subdomain, ajukan Change of Address. Pindah path di domain yang sama tidak memerlukannya.
  7. Perbarui tautan yang Anda kendalikan: profil media sosial, Google Business Profile, kampanye iklan, dan tautan dari mitra yang paling banyak mendatangkan kunjungan.

Pemantauan setelah peluncuran

Catat tanggal peluncuran di laporan analitik, lalu pantau laporan Pengindeksan Halaman di Search Console. Nama labelnya mengikuti bahasa akun Anda. Google juga menyebut laporan Sitemap sebagai alat pantau: jumlah halaman terindeks dari sitemap lama semestinya turun, dan sitemap baru naik.

Yang munculPenyebab yang dicek lebih duluTindakan
"Redirect error"Rantai terlalu panjang atau redirect berputarArahkan langsung ke alamat akhir
"Not found (404)" pada URL yang seharusnya pindahBaris yang terlewat dari petaTambahkan redirect ke pengganti yang setara
"Soft 404"Banyak URL diarahkan ke beranda, atau halaman kosong menjawab 200Arahkan ke pengganti yang relevan, atau jawab 404
"URL marked 'noindex'" pada halaman publikPengaturan dari salinan uji ikut terbawaHapus aturan noindex
Klik turun pada halaman tertentuIsi atau judul berubah, atau peringkat sedang bergeserBandingkan isi lama dan baru, lalu tunggu proses perayapan selesai sebelum menyimpulkan

Status "Not found (404)" pada dua halaman promo yang memang ditutup bukan kesalahan. Google menyatakan 404 tidak selalu bermasalah jika halaman dihapus tanpa pengganti.

Jika redesign dikerjakan vendor, masukkan peta URL, kriteria peluncuran, dan jadwal pemantauan ke dalam lingkup kerja. Hal yang sama bisa Anda minta saat membahas redesign website dengan kami. Website yang sudah mendapat kunjungan dari pencarian sebaiknya disertai pemeriksaan SEO. Untuk uji fungsi di luar SEO, seperti perjalanan pelanggan dan tampilan ponsel, pakai checklist sebelum launch website bisnis.

Penulis

Dzaki Fauzaan

Get Started

Siap Bergabung dengan Klien Sukses Kami?

Hubungi kami hari ini untuk penawaran khusus dan audit website gratis.