Redesign website dan SEO: cara menjaga URL lama lewat peta redirect
Catat semua URL lama, tentukan nasib tiap alamat, pasang redirect permanen, lalu uji sebelum dan sesudah peluncuran. Lengkap dengan contoh inventaris 50 URL.

Daftar Isi
Sebelum desain baru naik, catat semua URL lama dan tentukan nasib masing-masing: tetap, pindah, digabung, atau dihapus. URL yang pindah atau digabung diarahkan ke penggantinya dengan redirect permanen di server, URL yang dihapus menjawab 404 atau 410, lalu seluruh daftar diuji sebelum dan sesudah peluncuran. Jika alamat halaman tidak berubah, Anda tidak membutuhkan redirect sama sekali.
Cara ini mengurangi kesalahan teknis, tetapi peringkat tetap tidak bisa dijamin. Panduan pemindahan situs Google menyebut peringkat bisa naik turun sementara selama halaman dirayapi ulang. Pada website berukuran sedang, Google bisa membutuhkan beberapa minggu atau lebih untuk mulai menampilkan URL baru.
Jenis perubahan dan pekerjaan SEO yang mengikutinya
Redesign bisa berarti ganti warna, bisa juga ganti CMS, struktur menu, dan domain sekaligus. Besar pekerjaan SEO mengikuti apa yang benar-benar berubah.
| Yang berubah | Redirect | Pekerjaan tambahan |
|---|---|---|
| Tampilan saja, URL tetap | Tidak ada | Bandingkan isi, judul, dan tautan versi lama dan baru |
| CMS | Hanya jika pola URL ikut berubah | Tentukan pola URL sebelum halaman dibangun |
| Struktur URL di domain yang sama | Setiap URL yang berubah | Peta redirect, canonical, sitemap, tautan internal |
| Domain | Semua URL lama | Semua pekerjaan di atas, ditambah Change of Address di Search Console |
Google menyarankan satu perubahan dalam satu waktu. Contohnya, pindah domain lebih dulu, baru mengganti layout. Bila peringkat bergeser, Anda juga lebih mudah melacak perubahan mana penyebabnya.
Pertahankan alamat yang masih jelas dan masih dipakai, walaupun tampilan halamannya berganti total. Setiap URL yang tetap berarti satu redirect yang tidak harus dibuat, diuji, dan dirawat.
Cara mengumpulkan daftar URL lama
Menu website saja tidak cukup, karena halaman yang masih mendatangkan pengunjung bisa saja tidak tampil di menu. Gabungkan sumber berikut ke satu spreadsheet, lalu buang duplikatnya.
- Sitemap yang sedang aktif.
- Daftar halaman dari CMS.
- Laporan Tautan di Search Console, untuk halaman yang mendapat tautan dari dalam dan luar website.
- Log server atau analitik, untuk URL yang paling banyak dikunjungi.
- File yang punya alamat sendiri: gambar, video, dan PDF seperti katalog atau daftar harga.
- Alamat yang tercetak atau tertanam di luar website: iklan, profil media sosial, brosur, dan kode QR.
- Aturan redirect yang sudah ada dari perubahan sebelumnya.
Pilih rentang data yang mewakili pola usaha Anda. Bagi penjual seragam sekolah, data tiga bulan terakhir bisa melewatkan halaman yang baru ramai menjelang tahun ajaran baru.
Spreadsheet ini cukup punya delapan kolom: URL lama, fungsi halaman, kunjungan, keputusan, URL tujuan, status yang diharapkan, hasil uji, dan tanggal uji. Empat kolom pertama diisi sebelum desain dimulai, supaya halaman yang penting bagi pelanggan ikut masuk ke rancangan.
Empat keputusan untuk setiap URL
Setiap baris spreadsheet berakhir pada salah satu keputusan ini. Halaman yang tampilannya lama belum tentu tidak berguna, jadi nilai dari isi dan fungsinya bagi pelanggan.
| Keputusan | Dipakai saat | Yang terjadi pada URL lama |
|---|---|---|
| Tetap | Alamat masih cocok dengan isinya | Tetap menjawab 200 di alamat yang sama |
| Pindah | Isinya sama, alamatnya berubah | Redirect permanen ke alamat baru |
| Gabung | Beberapa halaman dilebur menjadi satu | Semua URL lama redirect ke halaman gabungan, yang benar-benar memuat isi pentingnya |
| Hapus | Isinya berakhir dan tidak ada pengganti | Menjawab 404 atau 410 |
Crawler Google memperlakukan semua status 4xx sama, kecuali 429. Jadi, Anda tidak harus berlama-lama memilih antara 404 dan 410.
Contoh rekaan: inventaris 50 URL
Misalkan sebuah website punya 50 URL lama. Setelah ditinjau satu per satu, 35 URL tetap, 10 pindah, 3 artikel digabung ke satu panduan baru, dan 2 halaman promo ditutup.

Dari angka itu, beban kerjanya terlihat. Ada 13 redirect yang menuju 11 tujuan, karena tiga artikel berbagi satu alamat gabungan. Ada 2 URL yang harus menjawab 404 atau 410. Website barunya punya 46 halaman aktif, hasil dari 35 + 10 + 1. Pengujian mencakup 50 baris alamat lama, sedangkan pemeriksaan isi mencakup 46 halaman aktif. Angka ini bisa langsung dipakai untuk memperkirakan waktu kerja dalam penawaran.
Aturan menulis peta redirect
Peta redirect adalah spreadsheet tadi, dipersempit menjadi alamat lama, tujuan, dan status yang diharapkan. Pada website rekaan yang sama, sebagian isinya terlihat seperti ini.
| URL lama | Keputusan | Tujuan | Status |
|---|---|---|---|
| /layanan/desain-web | Pindah | /layanan/website | 301, lalu 200 |
| /artikel/panduan-katalog | Tetap | Alamat yang sama | 200 |
| /artikel/foto-produk-ponsel | Gabung | /panduan/foto-produk | 301, lalu 200 |
| /promo/lebaran-2024 | Hapus | Tidak ada | 404 atau 410 |
Redirect permanen di server
Pakai 301 atau 308 yang dijalankan server. Dalam dokumentasi redirect Google, keduanya tergolong permanen, sehingga alamat tujuan yang ditampilkan di hasil pencarian. Status 302 dan 307 tergolong sementara, sehingga alamat lama yang cenderung tetap tampil. Redirect permanen juga tidak mengurangi PageRank, menurut panduan pemindahan situs Google. Redirect lewat JavaScript hanya layak dipakai bila cara lain tidak mungkin, karena Google bisa melewatkannya jika proses render gagal.
Alamat yang berpola bisa ditulis sebagai satu aturan. Jika semua artikel hanya pindah dari /artikel/nama-artikel ke /blog/nama-artikel, pengembang cukup menulis satu aturan penulisan ulang, bukan ratusan baris.
Tujuan yang setara
Arahkan setiap URL ke halaman yang memuat isi setara. Google meminta Anda tidak mengarahkan banyak URL lama ke satu halaman yang tidak relevan, seperti beranda, karena membingungkan pengunjung dan bisa dianggap soft 404. Soft 404 adalah halaman yang secara teknis berhasil dibuka, tetapi bagi Google isinya setara dengan halaman tidak ditemukan. Menggabungkan beberapa artikel ke satu panduan baru tetap diperbolehkan, selama isinya memang pindah ke sana.
Langsung ke alamat akhir
Googlebot bisa mengikuti sampai 10 lompatan, tetapi Google menyarankan redirect langsung ke tujuan akhir. Jika tidak memungkinkan, jumlahnya idealnya tidak lebih dari 3. Setiap lompatan menambah waktu tunggu pengunjung.
Rantai biasanya muncul dari redirect lama yang terlupakan. Misalnya, /jasa-web sudah lama dialihkan ke /layanan/desain-web, lalu saat redesign alamat itu dialihkan lagi ke /layanan/website. Perbaikannya ada pada aturan lama: ubah tujuan /jasa-web menjadi alamat akhir.

Redirect disimpan minimal satu tahun
Google menyarankan redirect dipertahankan selama mungkin, umumnya minimal satu tahun, agar semua sinyal berpindah ke URL baru. Bagi pengunjung, redirect bahkan layak disimpan seterusnya, karena tautan lama di luar website Anda bisa terus dibuka. Catat peta ini di dokumentasi website, supaya tidak terhapus saat server dipindahkan atau konfigurasi dibersihkan.
Isi dan penanda teknis di halaman baru
Buka halaman lama dan rancangan baru berdampingan. Penjelasan layanan, spesifikasi, alamat kantor, dan jalur kontak mudah hilang ketika halaman dipadatkan demi desain. Teks yang dipindahkan ke dalam gambar juga termasuk kehilangan, karena tidak bisa dicari, disalin, atau dibacakan dengan baik.
Setelah isinya lengkap, periksa enam penanda teknis ini pada setiap template halaman.
| Penanda | Kondisi yang benar |
|---|---|
| rel="canonical" | Menunjuk ke URL barunya sendiri, ditulis sebagai alamat lengkap |
| Tautan internal | Langsung ke URL baru, tidak lewat redirect |
| Sitemap | Berisi URL baru saja |
| hreflang | Jika dipakai, menunjuk ke URL baru |
| noindex | Sudah hilang dari halaman publik |
| robots.txt | Versi produksi, tidak lagi memblokir seluruh website |
Canonical tidak menggantikan redirect, walaupun keduanya sering disebut bersamaan. Canonical memberi tahu Google URL pilihan Anda di antara halaman yang sama atau sangat mirip. Pengunjung yang membuka alamat lama hanya bisa sampai ke halaman baru lewat redirect.
Pengujian sebelum peluncuran
Uji semuanya di salinan website dengan akses terbatas. Hasil yang diharapkan sudah tertulis di spreadsheet, jadi penguji tinggal membandingkan. Berikut pembagiannya untuk contoh 50 URL tadi.
| Kelompok | Jumlah | Hasil yang diperiksa |
|---|---|---|
| Alamat tetap | 35 | Status 200, isi sesuai, canonical benar |
| Pindah atau gabung | 13 | Redirect permanen ke tujuan yang tertulis di peta, tujuan menjawab 200 |
| Dihapus | 2 | Status 404 atau 410, tidak ada lagi tautan internal yang menuju ke sana |
Untuk memeriksa satu URL, pengembang bisa menjalankan perintah ini di terminal.
curl -sIL https://example.com/layanan/desain-webDi antara baris yang muncul, hasil yang benar terlihat seperti berikut.
HTTP/1.1 301 Moved Permanently
location: https://example.com/layanan/website
HTTP/1.1 200 OKDua baris 301 berarti ada rantai. Baris 302 berarti redirect masih sementara. Untuk puluhan URL atau lebih, Screaming Frog dalam mode daftar bisa membuka semua URL lama dan mengikuti redirect sampai alamat akhir. Versi gratisnya dibatasi 500 URL per crawl (diperiksa 1 November 2026). Inspeksi URL di Search Console memang berguna, tetapi uji langsungnya tidak memberi tahu bahwa ia mengikuti redirect, jadi jangan dipakai untuk memeriksa peta ini.
Di luar daftar URL, uji juga formulir, tombol WhatsApp, menu, dan gambar di ponsel. Lalu sepakati dua hal sebelum tanggal peluncuran: siapa yang berhak menunda jika fungsi penting gagal, dan bagaimana kembali ke versi lama. Rencana kembali ini harus memperhitungkan pesanan atau formulir yang masuk setelah website baru hidup.
Urutan kerja pada hari peluncuran
Pilih waktu saat kunjungan sedang rendah, agar lebih sedikit orang terdampak jika ada masalah. Untuk website kecil sampai menengah, Google menyarankan semua URL dipindahkan sekaligus. Website besar boleh bertahap per bagian.
- Simpan salinan website lama, termasuk database.
- Terbitkan versi baru dan aktifkan redirect.
- Hapus noindex dan blokir robots.txt yang hanya dipakai selama pengembangan.
- Buka sampel URL penting dari perangkat yang tidak masuk sebagai admin.
- Kirim sitemap baru di Search Console.
- Jika pindah domain atau subdomain, ajukan Change of Address. Pindah path di domain yang sama tidak memerlukannya.
- Perbarui tautan yang Anda kendalikan: profil media sosial, Google Business Profile, kampanye iklan, dan tautan dari mitra yang paling banyak mendatangkan kunjungan.
Pemantauan setelah peluncuran
Catat tanggal peluncuran di laporan analitik, lalu pantau laporan Pengindeksan Halaman di Search Console. Nama labelnya mengikuti bahasa akun Anda. Google juga menyebut laporan Sitemap sebagai alat pantau: jumlah halaman terindeks dari sitemap lama semestinya turun, dan sitemap baru naik.
| Yang muncul | Penyebab yang dicek lebih dulu | Tindakan |
|---|---|---|
| "Redirect error" | Rantai terlalu panjang atau redirect berputar | Arahkan langsung ke alamat akhir |
| "Not found (404)" pada URL yang seharusnya pindah | Baris yang terlewat dari peta | Tambahkan redirect ke pengganti yang setara |
| "Soft 404" | Banyak URL diarahkan ke beranda, atau halaman kosong menjawab 200 | Arahkan ke pengganti yang relevan, atau jawab 404 |
| "URL marked 'noindex'" pada halaman publik | Pengaturan dari salinan uji ikut terbawa | Hapus aturan noindex |
| Klik turun pada halaman tertentu | Isi atau judul berubah, atau peringkat sedang bergeser | Bandingkan isi lama dan baru, lalu tunggu proses perayapan selesai sebelum menyimpulkan |
Status "Not found (404)" pada dua halaman promo yang memang ditutup bukan kesalahan. Google menyatakan 404 tidak selalu bermasalah jika halaman dihapus tanpa pengganti.
Jika redesign dikerjakan vendor, masukkan peta URL, kriteria peluncuran, dan jadwal pemantauan ke dalam lingkup kerja. Hal yang sama bisa Anda minta saat membahas redesign website dengan kami. Website yang sudah mendapat kunjungan dari pencarian sebaiknya disertai pemeriksaan SEO. Untuk uji fungsi di luar SEO, seperti perjalanan pelanggan dan tampilan ponsel, pakai checklist sebelum launch website bisnis.
Penulis
Dzaki Fauzaan











