3 min read

Template brief website bisnis: isi sebelum minta penawaran

Salin template brief ini untuk menjelaskan tujuan, halaman, fitur, materi, dan kriteria selesai website bisnis sebelum meminta penawaran developer.

Dzaki Fauzaan
Alur brief website dari tujuan, audiens, dan halaman menuju aksi pengunjung.

Brief website bisnis adalah dokumen yang menjelaskan siapa calon pengunjung Anda, apa yang perlu mereka ketahui, dan tindakan yang ingin Anda dapatkan dari website. Dokumen ini juga mencatat halaman, fitur, materi, batas anggaran, serta cara menilai pekerjaan selesai. Anda dapat menulisnya dengan bahasa sehari-hari sebelum berbicara dengan developer.

Tanpa rincian yang sama, dua penyedia bisa menghitung pekerjaan yang berbeda. Satu penawaran mungkin mencakup penulisan materi dan pengaturan formulir, sedangkan yang lain mengharapkan semuanya sudah tersedia. Brief membantu Anda melihat perbedaan itu sebelum menentukan pilihan.

Mulai dari satu tujuan yang dapat diperiksa

Tuliskan hasil yang Anda harapkan dalam satu kalimat. Contohnya, calon pelanggan dapat memeriksa area layanan dan mengirim permintaan survei melalui WhatsApp. Kalimat ini lebih berguna daripada permintaan umum seperti website modern atau profesional karena bisa diterjemahkan menjadi isi halaman dan alur penggunaan.

Pilih tindakan utama yang sesuai dengan proses penjualan Anda: meminta penawaran, membuat janji, atau membeli produk. Jika staf perlu memeriksa kebutuhan pelanggan lebih dahulu, tombol konsultasi mungkin lebih tepat daripada checkout. Catat pula siapa yang akan menerima dan membalas permintaan tersebut.

Template brief yang dapat Anda salin

Isi bagian yang sudah Anda ketahui. Untuk keputusan yang belum jelas, tulis pertanyaannya agar penyedia dapat menjelaskan pilihan dan dampak biayanya.

BagianYang perlu Anda isi
Nama bisnisNama merek, bidang usaha, wilayah layanan, dan kontak penanggung jawab.
Pengunjung utamaSiapa yang mencari layanan Anda dan informasi apa yang mereka butuhkan sebelum menghubungi.
Tujuan websiteSatu tindakan utama dan cara Anda memeriksa apakah tindakan itu terjadi.
Halaman awalDaftar halaman beserta pertanyaan pelanggan yang dijawab masing-masing halaman.
Fitur wajibFitur yang harus bekerja saat peluncuran, termasuk alur dan penerima datanya.
Materi tersediaLogo, foto, teks layanan, daftar produk, dan siapa yang boleh menyetujui penggunaannya.
PengelolaanSiapa yang memperbarui konten dan bagian apa yang perlu dapat diedit sendiri.
Anggaran dan jadwalBatas biaya awal, biaya rutin yang sanggup ditanggung, serta tenggat yang memiliki alasan bisnis.
Serah terimaAkses akun, panduan, pelatihan, dan pemeriksaan yang harus dipenuhi sebelum pekerjaan diterima.

Contoh pengisian untuk usaha jasa

Contoh berikut bersifat hipotetis. Sebuah usaha perawatan AC melayani pelanggan rumah tangga di Karawang. Pelanggan biasanya menanyakan area layanan, jenis pekerjaan, perkiraan proses, dan jadwal kunjungan. Tujuan websitenya adalah mengumpulkan permintaan pemeriksaan yang dapat ditindaklanjuti staf.

Brief awalnya dapat menyebut halaman beranda, layanan, area layanan, profil usaha, dan kontak. Formulir meminta nama panggilan, kecamatan, jenis kebutuhan, serta kontak balasan. Foto pekerjaan memakai dokumentasi yang sudah memperoleh izin. Admin perlu bisa memperbarui area layanan dan informasi jam pemesanan.

Kriteria selesai untuk formulir dibuat konkret: permintaan uji masuk ke penerima yang benar, pengunjung mendapat konfirmasi, dan kesalahan pengisian dijelaskan. Tujuan jumlah pelanggan baru perlu dievaluasi setelah website digunakan; angka tersebut bukan kriteria teknis untuk menerima formulir yang selesai dibangun.

Pisahkan kebutuhan peluncuran dan pengembangan berikutnya

Susun dua daftar. Daftar pertama berisi kebutuhan yang membuat pelanggan dapat menyelesaikan tindakan utama. Daftar kedua menampung pengembangan yang dapat menunggu, misalnya portal pelanggan atau integrasi sistem internal. Minta penyedia menghitung keduanya secara terpisah agar Anda dapat menentukan tahap pekerjaan.

Jelaskan perilaku fitur, bukan hanya namanya. Permintaan CMS perlu menyebut bagian yang dapat diedit, peran pengguna, dan siapa yang boleh menerbitkan perubahan. Permintaan formulir perlu menyebut bidang isian, tujuan pengiriman, serta apa yang terjadi jika pengiriman gagal.

Masukkan aksesibilitas sejak perencanaan

W3C menyarankan aksesibilitas masuk sepanjang proses produksi, termasuk penetapan tujuan, pembagian tanggung jawab, dan evaluasi berkala. Cantumkan kebutuhan seperti penggunaan melalui keyboard, label formulir yang jelas, serta teks yang tetap terbaca ketika diperbesar dalam brief Anda. Rujuk panduan perencanaan aksesibilitas W3C untuk pembagian tugasnya.

Serahkan pemeriksaan teknis kepada tim yang mengerjakan, lalu minta contoh hasil pemeriksaannya. Pemilik bisnis tetap perlu mencoba tugas utama dengan ponsel: menemukan informasi, mengisi formulir, dan membuka kontak. Catat masalah dengan alamat halaman dan langkah yang memunculkannya.

Pertanyaan sebelum brief dikirim

  • Apakah setiap halaman menjawab kebutuhan pelanggan yang berbeda?
  • Siapa yang menulis teks dan menyediakan foto jika materi belum lengkap?
  • Siapa yang memberi persetujuan akhir dan mengumpulkan revisi?
  • Apakah biaya rutin dan pengelolaan setelah peluncuran sudah ditanyakan?
  • Apakah akses domain, hosting, serta admin masuk dalam daftar serah terima?

Simpan jawaban dan versi brief yang disepakati bersama penawaran. Jika ada penambahan fitur, catat perubahan ruang lingkup serta jadwalnya di dokumen yang sama. Anda bisa menggunakan rincian layanan pembuatan website untuk mengenali kebutuhan awal, lalu mengirim brief melalui halaman kontak Aksara Karya Digital agar pembahasan dimulai dari kebutuhan yang sudah jelas.

Panduan brief website dengan pertanyaan tentang tujuan, audiens, halaman, dan aksi, dilengkapi materi, fitur, anggaran, dan jadwal.
Author

Dzaki Fauzaan