4 min read

Biaya pembuatan website: komponen yang harus ada di penawaran

Bandingkan biaya website dari ruang lingkup, materi, akun, biaya rutin, dan serah terima. Gunakan lembar pemeriksaan sebelum memilih penawaran.

Dzaki Fauzaan
Empat komponen biaya website: pembuatan, domain, hosting, dan perawatan.

Biaya pembuatan website perlu dibaca bersama daftar pekerjaan yang Anda terima. Jumlah halaman, fitur, kesiapan materi, cara pengelolaan, dan layanan setelah peluncuran memengaruhi kebutuhan pengerjaan. Dua harga baru dapat dibandingkan dengan adil setelah ruang lingkup keduanya disamakan.

Gunakan daftar harga layanan terbaru sebagai informasi awal, lalu minta rincian tertulis untuk pekerjaan yang benar-benar Anda butuhkan.

Hitung biaya awal dan kewajiban rutin

Biaya awal dapat mencakup perencanaan, desain, pengembangan, pengisian materi, dan pengujian. Biaya rutin dapat berasal dari domain, hosting, lisensi, layanan pihak ketiga, atau kontrak perawatan. Tanyakan periode masing-masing biaya dan apakah tagihannya melalui penyedia website atau dibayar langsung ke layanan terkait.

Gunakan rumus kerja berikut: biaya periode evaluasi = biaya pengerjaan awal + seluruh biaya rutin pada periode itu + tambahan yang sudah Anda setujui. Tentukan periode yang sama ketika membandingkan penawaran. Jangan menghitung biaya bulanan pada satu penawaran dan hanya biaya peluncuran pada penawaran lain.

Contoh total biaya selama tiga tahun

Angka berikut adalah anggaran hipotetis untuk latihan menghitung, bukan harga Aksara Karya Digital atau rata-rata pasar. Misalkan biaya pembuatan Rp3.000.000, domain dan hosting Rp600.000 per tahun, serta perawatan Rp150.000 per bulan. Biaya diasumsikan tetap dan dibayar penuh untuk setiap tahun; pajak, biaya transaksi, serta perubahan fitur belum dimasukkan.

Contoh biaya kumulatif, bukan penawaran layanan
KomponenTahun pertamaAkumulasi 2 tahunAkumulasi 3 tahun
Pembuatan satu kaliRp3.000.000Rp3.000.000Rp3.000.000
Domain dan hostingRp600.000Rp1.200.000Rp1.800.000
PerawatanRp1.800.000Rp3.600.000Rp5.400.000
TotalRp5.400.000Rp7.800.000Rp10.200.000
Grafik akumulasi contoh biaya website: tahun pertama Rp5.400.000, tahun kedua Rp7.800.000, dan tahun ketiga Rp10.200.000.
Contoh hipotetis: biaya awal Rp3.000.000, domain dan hosting Rp600.000 per tahun, serta perawatan Rp150.000 per bulan. Total kumulatif belum memasukkan pajak, transaksi, atau pekerjaan tambahan.

Perawatan setahun dalam contoh ini dihitung Rp150.000 × 12 = Rp1.800.000. Tahun pertama membutuhkan Rp3.000.000 + Rp600.000 + Rp1.800.000 = Rp5.400.000. Setiap tahun berikutnya menambah Rp2.400.000. Ganti setiap angka dengan penawaran Anda, termasuk kenaikan biaya perpanjangan yang benar-benar tertulis. Cocokkan juga pekerjaan yang diterima; total biaya yang lebih rendah belum menjelaskan apakah cakupannya setara.

Catat juga biaya yang bergantung pada pemakaian, misalnya pemrosesan pembayaran atau pengiriman pesan melalui layanan tertentu. Minta penjelasan tentang pemicunya, pihak penagih, dan cara memantau penggunaan. Biaya tersebut bisa terpisah dari harga pembangunan website.

Minta setiap biaya tambahan memperoleh persetujuan sebelum dikerjakan. Anda juga perlu mengetahui apa yang terjadi ketika proyek ditunda karena materi belum tersedia. Jadwal pembayaran, masa berlaku penawaran, serta mekanisme penghentian pekerjaan sebaiknya dapat dibaca sebelum Anda membayar uang muka.

Komponen yang perlu tertulis

KomponenPertanyaan pemeriksaan
Halaman dan desainHalaman apa saja yang dibuat? Apakah desain memakai templat atau rancangan khusus?
MateriSiapa yang menulis, mengedit, mengunggah, dan menerjemahkan konten?
FiturAlur apa yang dibangun dan bagaimana cara mengujinya?
SEO dasarApakah judul halaman, deskripsi, sitemap, dan pengaturan indeks masuk pekerjaan?
Akun dan lisensiSiapa pemegang akun, penerima tagihan, dan pihak yang boleh mengubah pengaturan?
RevisiApa batas revisi, waktu pemberian masukan, dan ketentuan perubahan fitur?
Serah terimaAkses, panduan, pelatihan, dan berkas apa yang diserahkan?
PerawatanApa yang diperiksa, seberapa sering, dan bagaimana melaporkan masalah?

Jumlah halaman belum menjelaskan seluruh pekerjaan

Dalam contoh hipotetis, dua website sama-sama memiliki lima halaman. Website pertama memakai teks dan foto yang telah disiapkan pemilik usaha. Website kedua memerlukan penulisan materi, dua bahasa, serta pengisian katalog dari spreadsheet. Meski jumlah halamannya sama, daftar tugasnya berbeda.

Perbedaan juga muncul pada fitur yang terdengar serupa. Formulir kontak sederhana berbeda kebutuhannya dengan formulir penawaran yang menyimpan lampiran, membagi permintaan menurut cabang, dan memerlukan akses staf. Minta penyedia menjabarkan alur agar istilah yang sama tidak menyembunyikan pekerjaan tambahan.

Untuk katalog atau toko, tanyakan jumlah produk awal yang dimasukkan, variasi produk, serta siapa yang merapikan datanya. Persiapan foto dan informasi produk merupakan pekerjaan nyata. Mencatatnya sejak awal membantu Anda menentukan bagian yang dapat dikerjakan sendiri.

Periksa kendali domain dan akun

Minta penjelasan siapa yang tercatat sebagai pemegang domain, alamat email yang menerima pengingat, dan prosedur perpanjangannya. Pastikan bisnis Anda memiliki jalur pemulihan akun yang tetap dapat digunakan ketika staf atau penyedia berganti.

Untuk domain yang berada dalam lingkup registrar terakreditasi ICANN, hak dan tanggung jawab registran ICANN mencakup akses pada informasi ketentuan dan harga serta proses pengelolaan, pemindahan, dan perpanjangan. Ketentuan tiap ekstensi dan penyedia tetap perlu diperiksa. Simpan perjanjian serta catatan tanggal perpanjangan bersama dokumen proyek.

Bedakan perbaikan masalah dan perubahan kebutuhan

Tanyakan bagaimana penyedia menangani fitur yang tidak bekerja sesuai kesepakatan. Pisahkan hal itu dari permintaan baru, seperti menambah metode pembayaran atau membuat halaman kampanye setelah peluncuran. Definisi yang tertulis membantu kedua pihak menilai apakah pekerjaan termasuk perbaikan atau membutuhkan penawaran tambahan.

Istilah dukungan seumur hidup perlu dijelaskan cakupannya. Apakah mencakup konsultasi penggunaan, pembaruan sistem, penambahan konten, atau pekerjaan teknis? Periksa pula jam layanan, kanal pelaporan, dan bagaimana prioritas masalah ditetapkan. Pilih cakupan yang sesuai dengan kemampuan tim Anda mengelola website sehari-hari.

Lembar keputusan sebelum membayar

  1. Kirim kebutuhan yang sama kepada setiap penyedia yang dibandingkan.
  2. Tandai pekerjaan yang sudah termasuk, belum termasuk, dan masih belum jelas.
  3. Samakan periode perhitungan biaya rutin serta ketentuan pajak jika berlaku.
  4. Periksa tahap pembayaran dan bukti hasil yang diterima pada tiap tahap.
  5. Pastikan kriteria penerimaan, akses akun, dan proses serah terima tercatat.

Anda dapat membahas ruang lingkup melalui layanan pembuatan website Aksara Karya Digital. Jika website Anda sudah ada dan kebutuhan utamanya adalah pemeliharaan, periksa cakupan perawatan website agar biaya pembangunan ulang tidak otomatis menjadi titik awal pembahasan.

Author

Dzaki Fauzaan