- Apa sebenarnya Domain Rating itu
- Cara Ahrefs menghitung DR
- DR vs DA: keduanya berguna, keduanya bukan faktor ranking
- Kenapa DR bisa naik turun tanpa kamu melakukan apa-apa
- Cara meningkatkan DR yang masuk akal
- Kejar referring domains, bukan jumlah total backlink
- Buat konten yang layak dirujuk
- Prioritaskan situs yang selektif
- Perkuat distribusi internal link
- Pulihkan link yang hilang sebelum kejar yang baru
- Apa yang sebaiknya tidak dilakukan
- Metrik lain yang perlu dibaca bersama DR
- Penutup
DR-mu bisa turun 5 poin dalam semalam tanpa ada yang berubah di situsmu. Itu bukan Google yang menghukummu — itu Ahrefs yang memperbarui indeksnya.
Ini masalah klasik: banyak pelaku SEO menjadikan Domain Rating (DR) sebagai tolak ukur utama keberhasilan, padahal DR adalah metrik proprietary Ahrefs. Google tidak pernah menyentuh angka ini. Tapi bukan berarti DR tidak berguna — pertanyaannya: berguna untuk apa, dan bagaimana cara meningkatkannya tanpa salah sasaran?
Apa sebenarnya Domain Rating itu
DR mengukur kekuatan profil backlink sebuah domain pada skala 0–100. Skalanya logaritmik, artinya naik dari 10 ke 20 jauh lebih mudah dari naik 70 ke 80. Semakin tinggi angkanya, semakin sedikit situs yang ada di sekitar level tersebut, dan semakin berat effort yang dibutuhkan untuk naik satu poin.
Dalam praktik, DR punya tiga kegunaan yang masuk akal:
- Membandingkan kekuatan backlink antarsitus secara cepat
- Menilai apakah sebuah domain layak dijadikan sumber link building
- Memantau tren profil backlink dari waktu ke waktu
Itu saja. DR bukan "nilai resmi" dari mesin pencari manapun, dan mengoptimalkan angka ini secara obsesif bisa mengalihkan perhatian dari yang benar-benar penting.
Cara Ahrefs menghitung DR
Ahrefs menghitung DR dari tiga hal: jumlah domain unik yang menautkan ke situsmu (referring domains), kekuatan domain-domain tersebut, dan seberapa banyak domain lain yang juga mereka tautkan.
Sederhananya: satu link dari situs yang kuat dan selektif lebih berdampak ke DR dibanding puluhan link dari situs yang menautkan ke ribuan domain lain.
Implikasinya langsung: kalau salah satu referring domain utamamu kehilangan banyak backlinknya sendiri, DR-mu bisa ikut turun — padahal kamu tidak melakukan apa pun di situsmu sendiri.
DR vs DA: keduanya berguna, keduanya bukan faktor ranking
DR dari Ahrefs dan Domain Authority (DA) dari Moz sering dianggap serupa karena sama-sama mengukur "kekuatan domain." Keduanya memang punya fungsi mirip, tapi menggunakan metodologi dan data yang berbeda.
Yang lebih penting dipahami: keduanya bukan faktor ranking Google. Moz sendiri sudah menyatakan DA tidak memengaruhi SERP. Google juga tidak punya "website authority score" tunggal yang bisa kamu kejar, meski mereka tetap menggunakan berbagai sinyal di level domain.
Jadi metrik ini berguna sebagai alat analisis dan perbandingan kompetitif — bukan sebagai target yang perlu dioptimalkan secara langsung.
Kenapa DR bisa naik turun tanpa kamu melakukan apa-apa
Ada empat penyebab umum yang perlu dipahami:
Indeks Ahrefs diperbarui. Mereka menemukan link baru atau kehilangan link lama dari crawl terbaru. DR berubah seiring database mereka berubah, bukan karena kondisi situsmu.
Kualitas referring domain bergeser. Kalau situs yang memberimu link kehilangan banyak referring domain mereka sendiri, kontribusinya ke DR-mu ikut berkurang — meskipun link itu masih ada.
Efek logaritmik makin terasa di atas. Semakin tinggi DR-mu, semakin kecil dampak link baru yang masuk. Naik dari 70 ke 71 butuh effort yang jauh lebih besar dari naik 30 ke 31.
Ekosistem berubah. DR bersifat relatif. Kalau kompetitor di industrimu secara kolektif mendapat lebih banyak backlink, posisi relatifmu bisa bergeser meskipun profil backlinkmu tidak memburuk.
Cara meningkatkan DR yang masuk akal
Kejar referring domains, bukan jumlah total backlink
DR sangat dipengaruhi domain unik yang menautkan ke situsmu. Seratus link dari satu domain nilainya sama dengan satu link dari domain itu — untuk perhitungan DR. Yang dibutuhkan adalah domain berbeda.
Cara praktis yang bisa langsung dieksekusi: pitching guest post di media atau komunitas yang relevan, riset atau data orisinal yang membuat orang lain mau merujuk situsmu sebagai sumber, dan studi kasus klien yang mencantumkan tautanmu.
Buat konten yang layak dirujuk
Backlink berkualitas biasanya mengikuti konten yang punya nilai referensi nyata — data orisinal, panduan lengkap, template siap pakai, atau riset yang tidak ada di tempat lain. Bukan soal panjangnya, tapi soal seberapa berguna konten itu sebagai rujukan bagi orang lain yang menulis tentang topik yang sama.
Prioritaskan situs yang selektif
Ingat cara Ahrefs menghitung DR: situs yang menautkan ke terlalu banyak domain "membagi" nilai tautannya. Link dari situs editorial yang jarang memberi link punya dampak lebih besar dari link direktori yang listing ribuan domain sekaligus.
Perkuat distribusi internal link
DR dihitung di level domain, tapi kemampuan mendapat backlink sering dimulai dari halaman yang mudah ditemukan dan kuat secara konten. Internal linking yang baik membantu halaman-halaman unggulanmu lebih terekspos — baik ke pengunjung maupun ke situs lain yang mungkin mau merujuknya.
Pulihkan link yang hilang sebelum kejar yang baru
Sebelum sibuk mencari link baru, cek dulu backlink yang mengarah ke halaman 404. Minta pembaruan ke pemilik situs. Cari juga unlinked brand mentions — situs yang menyebut nama brandmu atau situsmu tanpa menyertakan tautan, lalu hubungi dan minta penyematan link.
Apa yang sebaiknya tidak dilakukan
Membeli paket backlink massal, PBN, atau pertukaran link agresif memang bisa mendongkrak DR dalam waktu singkat. Ada dua masalah yang sering diabaikan:
Pertama, karena DR bukan metrik Google, angka DR yang naik tidak otomatis membuat situsmu naik peringkat di hasil pencarian.
Kedua, profil backlink yang tidak natural bisa merugikan di mesin pencari — yang memang peduli dengan kualitas dan relevansi link, meski bukan melalui DR.
Metrik lain yang perlu dibaca bersama DR
DR sebaiknya tidak dibaca sendirian. Pasangkan dengan data yang lebih langsung mencerminkan kondisi situsmu:
- Pertumbuhan referring domains — bukan hanya total backlink
- Traffic organik dan perkembangan posisi kata kunci
- Kualitas dan relevansi halaman yang paling banyak mendapat link
- Profil anchor text — apakah variasinya wajar atau terlalu seragam
- Konversi dari halaman organik
Kalau DR naik tapi traffic dan konversi tidak bergerak, ada yang perlu dievaluasi di strategi kontenmu, bukan di angka DR-nya.
Penutup
DR berguna sebagai alat perbandingan dan analisis link building, bukan sebagai target akhir. Cara paling aman meningkatkannya adalah dengan melakukan hal yang benar: memperbanyak referring domain berkualitas, membuat konten yang layak dirujuk, dan memulihkan link yang sudah hilang. Hasilnya bukan hanya DR yang lebih tinggi — tapi profil backlink yang lebih sehat secara keseluruhan.
Referensi: Ahrefs (Domain Rating), Search Engine Journal (Domain Authority & Google ranking factors), Search Engine Roundtable (Google sitewide signals).
Dzaki Fauzaan
Sebelumnya
Sebelum Bakar Budget Iklan, Bisnis Digital Perlu Baca Ini Dulu
Selanjutnya
Sudah Keluar Jutaan untuk Iklan, Tapi Penjualan Tidak Bergerak? Mulai Baca dari Sini



